Tertinggal 11 Poin, Madrid Masih Bisa Salip Barca

Hasil mengecewakan kembali diraih Real Madrid akhir pekan lalu di ajang La Liga. Iker Casillas Cs takluk dengan skor tipis 0-1 atas Real Betis. Kekalahan membuat selisih poin mereka melebar dengan Barcelona.

Hingga pekan 13, Madrid masih tertahan di posisi tiga klasemen sementara dengan raihan 26 poin. Hasil dari delapan kemenangan, dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Kondisi ini membuat Madrid tertinggal 11 poin dari Barca yang kokoh di puncak klasemen.

Barcelona tampil digdaya sejauh ini dengan memetik 12 kemenangan dan satu hasil imbang. Hasil ini membuat Barca memuncaki klasemen sementara dengan 37 poin. Pesaing terdekat Barca adalah ‘kuda hitam’ Atletico Madrid yang mengantongi 34 poin dan duduk di posisi dua klasemen.

Meski unggul poin jauh dari Madrid, tidak membuat bek Barcelona, Gerrard Pique jumawa. Menyisakan 25 laga dan 75 poin yang diperebutkan membuat segala kemungkinan masih terbuka di akhir musim nanti.

“Kami memulai start luar biasa musim ini dan membuat kami berada di puncak klasemen La Liga. Tapi selisih 11 poin dari Real Madrid bukanlah sesuatu yang pasti. Kami tidak bisa mencoret Madrid dari perburuan gelar La Liga,” kata Pique seperti dilansir Tribal Football.

Apalagi Barcelona musim ini menurutnya masih memiliki kelemahan. Lini belakang Azulgrana mudah dibobol oleh lawan. Hingga pekan ke-13, Barca sudah kebobolan 15 gol dan menjadi tim yang paling banyak kebobolan dari empat tim papan atas.

“Kami banyak kebobolan gol. Tapi pada laga akhir pekan lalu, lini belakang kami menunjukkan kinerja bagus,” katanya. Akhir pekan lalu, Barca sukses menjaga “keperawanan” gawangnya dengan menghajar Levante 4 gol tanpa balas.

Iker Casillas


Informasi pribadi
Nama lengkap Iker Casillas Fernández
Tanggal lahir 20 Mei 1981 (umur 31)
Tempat lahir Móstoles, Spanyol
Tinggi 1.82 m (5 ft 12 in)[1]
Posisi bermain Penjaga gawang
Informasi klub
Klub saat ini Real Madrid
Nomor 1
Karier junior
1990–1998 Real Madrid
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1998–1999 Real Madrid C 26 (0)
1999 Real Madrid B 4 (0)
1999– Real Madrid 470 (0)
Tim nasional‡
1996 Spanyol U-15 1 (0)
1996–1998 Spanyol U-16 19 (0)
1997–1999 Spanyol U-17 10 (0)
1999 Spanyol U-18 4 (0)
1999 Spanyol U-20 2 (0)
1999–2000 Spanyol U-21 5 (0)
2000– Spanyol 143 (0)

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

Informasi pribadi
Nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Tanggal lahir 5 Februari 1985 (umur 27)
Tempat lahir Funchal, Madeira, Portugal
Tinggi 1.86 m (6 ft 1 in)[1]
Posisi bermain Sayap kanan, Penyerang
Informasi klub
Klub saat ini Real Madrid
Nomor 7
Karier junior
1993—1995 Andorinha
1995—1997 Nacional
1997—2001 Sporting Lisboa
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2001—2003 Sporting Lisboa 25 (3)
2003—2009 Manchester United 196 (84)
2009—kini Real Madrid 144 (146)
Tim nasional‡
2001—2002 Portugal U-17 9 (6)
2003 Portugal U-20 5 (1)
2002—2003 Portugal U-21 6 (3)
2004 Portugal U-23 3 (1)
2003—kini Portugal 83 (29)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 28 Agustus 2011, 19.46 (UTC).

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 2 September 2011, 20.36 (UTC)

Cristiano Ronaldo, OIH (lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985; umur 27 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola Portugal. Ia dapat berposisi sebagai bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Saat ini ia bermain untuk tim Spanyol, Real Madrid dan untuk tim nasional Portugal. Sebelum bermain untuk Real Madrid, ia pernah bermain di Sporting Lisboa dan Manchester United. Pemain yang kerap bernomor punggung 7 di lapangan hijau ini juga akrab dengan sebutan CR7, gabungan dari inisial namanya dengan nomer punggungnya.
Daftar isi

1 Kehidupan pribadi
2 Karier
2.1 Junior
2.2 Klub
2.2.1 Sporting Lisboa
2.2.2 Manchester United
2.2.3 Real Madrid
2.3 Internasional
3 Gelar
3.1 Klub
3.2 Individual
3.2.1 Ordo
4 Referensi
5 Pranala luar

Kehidupan pribadi

Ronaldo lahir di Madeira, Portugal, anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung “Ronalda” di Portugal.[rujukan?] Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano (“Ronaldo”) relatif langka di Portugal.[rujukan?] Pada tanggal 3 Juli 2010, Cristiano mengumumkan bahwa dia telah menjadi ayah dari seorang anak bernama Cristiano, dan dia menyatakan bahwa anaknya adalah hak asuh penuh Ronaldo.
Karier
Junior

Cristiano bergabung dengan Andorinha (1993—1995), Nacional (1995—1997), dan Sporting Lisboa (1997—2001) pada masa junior.
Klub
Sporting Lisboa

Cristiano pernah bermain untuk Sporting Lisboa pada 2001—2003 dengan nomor punggung 28. Ia bermain 25 kali dan mencetak 3 gol. Pada pertengahan musim panas 2003, Sporting Lisboa mengadakan pertandingan persahabatan melawan Manchester United dengan skor akhir Sporting 3-1 M.U., sebuah kekalahan yang mengejutkan bagi sebuah klub raksasa Inggris sekaliber Manchester United. Lebih jauh lagi kemenangan ini semua didalangi oleh permainan cemerlang dari Cristiano Ronaldo muda dari Sporting, membuat para pemain Manchester United mendesak Sir Alex Ferguson, pelatih mereka, untuk segera merekrut pemain muda brilian tersebut.
Manchester United

Dari apa yang terjadi sejak pertandingan persahabatan itu, Ronaldo pun didatangkan ke Manchester United. Sebelum ia bermain untuk klub itu, Sir Alex Ferguson bertanya pada Ronaldo angka berapa nomor punggung yang diharapkannya. Cristiano Ronaldo menjawab 28, karena itu adalah nomor favoritnya. Namun Sir Alex Ferguson malah berkata tidak, mulai sekarang nomor punggungnya adalah 7. Di Manchester United, penyandang nomor punggung 7 secara turun temurun adalah pemain legendaris yang membawa Manchester United ke puncak kejayaannya, dan Sir Alex Ferguson memberikan nomor punggung keramat itu sebagai wujud penghargaannya kepada talenta brilian yang dimilikinya. Ia bermain 196 kali dan mencetak 84 gol.
Real Madrid

Pada 1 Juli 2009, ia pindah ke Real Madrid, klubnya saat ini, dengan memecahkan rekor transfer sebesar 80 juta poundsterling, yang menjadikannya sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola. Ia telah bermain 81 kali dan mencetak 87 gol untuk Real Madrid. Pada musim La Liga 2010/2011, Ronaldo mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga dalam 1 musim, sejumlah 40 gol.
Internasional
Ronaldo bersama Lionel Messi, Februari 2011

Cristiano telah bermain untuk berbagai tingkatan usia tim nasional Portugal, yaitu U-17, U-20, U-21, dan U-23. Ia mulai dipanggil ke tim nasional Portugal sejak tahun 2003. Ia telah bermain setidaknya 83 kali untuk tim nasional senior, dan mencetak 29 gol.

Ia termasuk dalam skuat Portugal pada Piala Eropa 2004, Olimpiade Athena 2004, Piala Dunia 2006, Piala Eropa 2008, dan Piala Dunia 2010.
Gelar
Klub

Manchester United

Liga Utama Inggris: 3

2006–07, 2007–08, 2008–09

Piala FA: 1

2003–04

Piala Liga: 2

2005–06, 2008–09

Community Shield: 1

2007

Liga Champions UEFA: 1

2007–08

Piala Dunia Antarklub FIFA: 1

2008

Real Madrid

Copa del Rey: 1

2010–11

La Liga Spanyol: 1

2011–12

Super Cup de Espana/Super Spanyol: 1

2012

Individual

Tim Pilihan Euro UEFA: 1

2004

Penghargaan Bravo: 1

2004

Pemain Muda Spesial Terbaik: 2

2004, 2005

Pemain Sepak Bola Portugal Terbaik: 1

2006–07

Tim Terbaik UEFA: 5

2003–04, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2009–10

Pemain Terbaik Sir Matt Busby: 3

2003–04, 2006–07, 2007–08

FIFPro World XI: 4

2006–07, 2007–08, 2008–09, 2009–10

Pemain Muda Terbaik PFA: 1

2006–07

Pemain Terbaik PFA Pilihan Pemain PFA: 2

2006–07, 2007–08

Pemain Terbaik PFA Pilihan Penggemar: 2

2006–07, 2007–08

Tim Liga Utama Inggris Terbaik PFA: 4

2005–06, 2006–07, 2007–08, 2008–09

Pemain Sepak Bola versi FWA: 2

2006–07, 2007–08

Pemain Pilihan Barclays: 2

2006–07, 2007–08

Pemain Bulanan Liga Utama Inggris: 4

November 2006, Desember 2006, Januari 2008, Maret 2008

Sepatu Emas Liga Utama Inggris: 1

2007–08

Penghargaan Jasa Barclays: 1

2007–08

Pencetak Gol Terbanyak Liga Champions UEFA: 1

2007–08

Sepatu Emas Eropa: 2

2007–08, 2010–11

Penyerang Terbaik Liga Champions UEFA: 1

2007–08

Pemain Klub Terbaik UEFA: 1

2007–08

Pemain Terbaik Dunia FIFPro: 1

2007–08

Bola Perak Piala Dunia Antarklub FIFA: 1

2008

Ballon d’Or: 1

2008

Pemain Terbaik Dunia FIFA: 1

2008

Onze d’Or: 1

2008

Pemain Terbaik Dunia World Soccer: 1

2008

Penghargaan Puskás FIFA: 1

2009

Pencetak Gol Terbanyak Copa del Rey: 1

2010–11

Pencetak Gol Terbanyak La Liga (El pichichi : 1

2010–11

5 Catatan Unik di Sepakbola Sepanjang 2011

Tahun 2011 tak hanya mencatatkan prestasi Barcelona menjadi klub terbaik di dunia saat ini. Berbagai catatan menarik atau lebih tepatnya ‘tidak biasa’ juga terangkum sepanjang tahun 2011.

Berbagai catatan unik dalam dunia sepakbola berhasil dirangkum. Mulai tandukan terjauh dalam sejarah sepakbola hingga catatan seorang pemain transgender pertama dalam sejarah Piala Dunia sepanjang tahun 2011.

Berikut ini 5 catatan tak biasa dalam sepakbola dilansir insidefootball:

1. Kepala Sakti
Bek tengah Jepang Ryujiro Ueda tercata sebagai pemegang rekor dunia untuk gol tandukan terjauh yang dibukukan di tahun 2011. Rekor ini diciptakan saat timnya Fagiano Okayama bertemu FC Yokohama. Ueda mencetak gol dari jarak 58,6 meter.

2. Kakek Pencetak Gol TerbanyakJozef Mannaerts yang bermain untuk Racing Mechelen di divisi pertama Belgia pada tahun 1951/1952 akhirnya ditetapkan sebagai pencetak gol di musim ini. Mannaerts harus berterima kasih kepada salah seorang suporter yang melakukan penelitian, Brian Nackaerts. Sebelumnya tercatat striker Beerscchot, Rik Coppens yang menjadi topskor di musim itu dengan 23 gol. Namun berdasarkan penelitian Nackaerts, Mannaerts mencetak 25 gol dan akhirnya kakek 88 tahun ini mendapatkan sepatu emas di tahun 2011.

3. Pemain Transgender Pertama
Kejutan ganda datang dari Pasifik. Pada November 2011, negara American Samoa berhasil mencatat kemenangan pertama di Piala Dunia dengan menekuk Tonga pada babak kualifikasi. Negara kecil di pasifik ini sebelumnya menelan 30 kekalahan beruntun dan kemasukan 299 gol. Negara ini juga mencatatkan nama Johnny Saelua sebagai pemain transgender pertama dalam sejarah Piala Dunia. Bek 23 tahun ini secara biologis sebagai lelaki tapi juga punya ciri dan perilaku wanita.

4. Bintang Porno
Mengawali karir sebagai pemain profesional, bek asal Belgia Jonathan De Falco akhirnya menjadi bintang porno di tahun 2011. Pemain 27 tahun ini memutuskan meninggalkan klubnya Racing Mechelen untuk menjadi bintang film porno khusus gay. Terlalu banyak cedera jadi alasan pria yang mengganti namanya menjadi Stanley Falcone di dunia barunya.

5. Selalu Libur di Hari Sabtu
Masih ingat dengan sosok striker Johan Vonlanthen? Striker Swiss yang berhasil mengalahkan rekor Wayne Rooney sebagai pencetak gol termuda di Euro ini bergabung dengan klub asal Kolombia, Itagui pada musim panas 2011. Ia memilih bergabung dengan Itagui karena liga tidak pernah digelar di Hari Sabtu karena dianggap sakral bagi pemeluk protestan. Bahkan ia rela digaji murah 35 ribu euro pertahun. Padahal di klub sebelumnya, Red Bull Salzburg ia menerima gaji 800 ribu euro pertahun. “Saya tempatkan Tuhan di atas uang,” katanya.

daftar pemain

Casillas

1

Casillas
Penjaga Gawang

Adan

13

Adan
Penjaga Gawang

Jesús Fdez

35

Jesús Fdez
Penjaga Gawang

Ramos

4

Ramos
Pemain Belakang

Pepe

3

Pepe
Pemain Belakang

Varane

2

Varane
Pemain Belakang

Albiol

18

Albiol
Pemain Belakang

Carvalho

16

Carvalho
Pemain Belakang

Arbeloa

17

Arbeloa
Pemain Belakang

Coentrao

5

Coentrao
Pemain Belakang

Marcelo

12

Marcelo
Pemain Belakang

Nacho

27

Nacho
Bek Tengah

ESSIEN

15

ESSIEN
Pemain tengah

Xabi Alonso

14

Xabi Alonso
Pemain tengah

Khedira

6

Khedira
Pemain Tengah

Kaka

8

Kaka
Pemain Tengah

Modric

19

Modric
Pemain Tengah

Ozil

10

Ozil
Pemain Tengah

Callejon

21

Callejon
Pemain Tengah

Di Maria

22

Di Maria
Pemain Tengah

Cristiano Ronaldo

7

Cristiano Ronaldo
Penyerang

Benzema

9

Benzema
Penyerang

Higuain

20

Higuain
Penyerang

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Gambar

Sejarah Awal mula (1902—1945)

Foto bersejarah Real Madrid pada musim 1905—1906.

Awal mula Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid.[5] Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.[1] Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912.[6] Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.[7]

Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona.[8] Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.
Era Santiago Bernabeu dan kesuksesan di Eropa (1945—1978)

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L’Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.[13] Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960.[12] Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA. Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan “Ye-ye”. Nama “Ye-ye” berasal dari “Yeah, yeah, yeah” chorus dalam lagu The Beatles berjudul “She Loves You” setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi “Ye-ye” juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.
Naik turun, generasi Quinta del Buitre, dan Piala Eropa ketujuh (1980—2000)

Pada awal 1980-an, Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre (“Lima Burung Nazar”), yang berasal dari nama el buitre (“burung nazar”), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo, dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.

Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto Carlos, Predrag Mijatović, Davor Šuker, dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.
Era saat ini (2000—sekarang)
Para pemain Real Madrid pada tahun 2007.

Beberapa bulan usai meraih gelar Eropa kedelapannya, Real Madrid memilih presiden yang baru pada Juli 2000 dan yang terpilih adalah pengusaha Spanyol, Florentino Pérez. Dalam kampanyenya ia berjanji untuk menghapus utang klub dan memodernisasi fasilitas klub. Namun janji utamanya yang mendorong Pérez kepada kemenangan saat pemilihan adalah pembelian Luís Figo dari seteru abadi Madrid, yaitu Barcelona. Tahun berikutnya, klub membangun kamp pelatihan yang baru dan menggunakan uang yang mereka dapat dari tahun sebelumnya untuk memulai perekrutan pemain bintang—yang oleh jurnalis Spanyol disebut sebagai “Los Galácticos”—dengan mengontrak pemain-pemain seperti Zinédine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl González, dan David Beckham. Sempat menjadi perdebatan ketika pemain-pemain yang dibeli oleh Perez gagal menunjang prestasi klub, namun berhasil tertutupi oleh gelar Liga Champions kesembilan Madrid pada tahun 2002 yang disusul gelar Piala Interkontinental pada tahun yang sama dan diakhiri gelar La Liga pada tahun 2003. Namun sejak 2003 sampai 2006, sekalipun diisi barisan pemain bintang, klub gagal meraih satupun piala.

Ramón Calderón kemudian terpilih sebagai presiden klub pada 2 Juli 2006 dan kemudian ia mengangkat Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović sebagai direktur sepak bola yang baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Tetapi hanya beberapa saat usai memenangi gelar tersebut, Capello langsung dipecat. Pada musim 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster.
Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Pérez kembali menjadi presiden Real Madrid dan bertahan sampai saat ini.Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pound sterling. Di bawah asuhan pelatih kontroversial dari Portugal, Jose Mourinho, Real Madrid berhasil memenangi gelar La Liga untuk ke-32 kalinya pada musim 2011-12.
Serba-serbi
Lambang dan kostum
Lambang Real Madrid dari masa ke masa.

Lambang klub pertama Real Madrid adalah desain sederhana dengan sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai “MCF” yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Futbol yang dibalut warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran. Perubahan berikutnya dari logo kemudian tidak terjadi sampai Pedro Parages menjadi presiden klub pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII memberikan nama tambahan bagi Madrid, yaitu “Real” yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Kerajaan” yang kemudian membuat klub dikenal dengan nama “Real Madrid”. Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real Madrid Club de Futbol.[28] Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan. Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan Region Castile. Pada tahun 1941—dua tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol—simbol dan tulisan “Corona Real” atau “Royal Crown” yang sempat dihilangkan, dipulihkan dan dipadukan dengan garis murbei Castile. Selain itu di bagian atas logo juga dibuat penuh warna, dengan warna emas yang paling signifikan, dan klub ini kembali disebut Real Madrid Club de Futbol.[28] Modifikasi terbaru di bagian atas logo terjadi pada tahun 2001 ketika klub ingin lebih menonjolan citra untuk abad ke-21 dengan menstandarkan bagian atas logonya. Salah satu modifikasi yang dilakukan adalah mengubah garis murbei biru tua dengan warna biru yang agak cerah.

Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan kandang adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi sekarang ini desain tersebut tidak dipakai lagi. Kaus kaki pertama yang dipakai berwarna biru gelap.[8][30] Kaus bergaris biru kemudian digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthian F.C. pada tahun 1902.[31] Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an, manajemen tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan sampai saat ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor.[11] Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang adalah hitam atau terkadang ungu.

Perlengkapan klub saat ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai sejak tahun 1998.[32][33] Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk musim 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992.[34][35] Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu musim digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan kesepakatan yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub.[36] Sponsor di kaus klub Real Madrid saat ini adalah bwin.com menyusul masalah keuangan yang dialami BenQ Siemens.[37][38]
Periode Pemasok kostum Sponsor di kaus
1980—1982 Adidas Tidak ada
1982—1985 Zanussi
1985—1989 Hummel Parmalat
1989—1991 Reny Picot
1991—1992 Otaysa
1992—1994 Teka
1994—1998 Kelme
1998—2001 Adidas
2001—2002 Tidak ada
2002—2005 Siemens mobile
2005—2006 Siemens
2006—2007 BenQ Siemens
2007—kini bwin.com
Stadion
Stadion Santiago Bernabéu
Stadion Santiago Bernabéu
UEFA Nuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.png
Informasi stadion
Nama lama Stadion Chamartín (1947—1955)
Pemilik Real Madrid
Lokasi
Lokasi Avenida de Concha Espina 1, E28036,
Madrid, Spanyol
Konstruksi
Mulai pembangunan 27 Oktober 1944
Dibuka 14 Desember 1947
Direnovasi 1982, 2001
Diperbesar 1953, 1992, 1994, 2011
Biaya pembuatan 288.342.653 Peseta
(€ 1.732.943)
Arsitek Manuel Muñoz Monasterio, Luis Alemany Soler; Antonio Lamela (perluasan)
Data teknik
Permukaan Desso GrassMaster
Kapasitas 81.254 (stadion), 4.200 (suite)
Ukuran lapangan 105 m × 68 m
Rekor kehadiran 120.000 orang
(Real Madrid–Fiorentina, 30 Mei 1957)
Pemakai
Real Madrid (1947—kini)
Spanyol (1947—kini)

Setelah pindah kandang ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912—yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun—[6] klub kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Campo de Ciudad Lineal merupakan sebuah tanah kecil dengan kapasitas 8.000 penonton. Setelah itu, Real Madrid pindah kandang ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United.[39] Pada stadion yang memiliki kapasitas 22.500 penonton ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama.[8] Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste sebagai presiden klub, ia kemudian memutuskan bahwa Stadion Chamartín tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947.[11][40] Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955.[12] Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.[11]

Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953, seiring renovasi yang dilakukan, sehingga membuat kapasitas penonton memuncak menjadi 120.000 penonton.[41][42] Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion, salah satunya meniadakan tempat menonton berdiri pada 1998–1999 seiring peraturan UEFA.[41] Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2003, yaitu peningkatan sekitar lima ribu kursi sehingga kapasitas stadion menjadi 81.254. Sebuah rencana untuk menambahkan atap yang dapat dibuka juga telah diumumkan kepada publik.[43]

Stadion Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia, di antaranya Final Piala Negara Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Eropa/Liga Champions UEFA tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010.[44] Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri, yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu.[45] Pada tanggal 14 November 2007, Stadion Bernabéu mendapatkan status sebagai Stadion Elite UEFA.[46]

Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stéfano diresmikan di Madrid di mana Real Madrid kini biasa berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan di sana adalah antara Real Madrid dan Stade de Reims, sebuah pertandingan ulangan dari Final Piala Eropa 1956. Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 6–1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano (2), Roberto Soldado (2), dan José Manuel Jurado. Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid, tepatnya di Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang, dan menjadi kandang dari klub Real Madrid Castilla. Nama stadion ini diambil dari mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stéfano.[47]
Pendukung

Hampir pada setiap musimnya, penonton yang datang memenuhi Stadion Santiago Bernabéu mayoritas diisi oleh para pemegang tiket langganan yang jumlah totalnya sekitar 68.670 orang.[48] Untuk menjadi pemegang tiket langganan per musim ini, para calon harus bergabung ke pendukung klub resmi atau biasa disebut socio. Saat ini sekurang-kurangnya ada 1.800 kelompok pendukung resmi klub yang tersebar, baik di Spanyol atau di Dunia. Jumlah rata-rata penonton di stadion setiap kali Real Madrid bertanding kandang sekitar 65.000 orang. Pencapaian terbaik diraih pada musim 2004—05, saat jumlah rata-rata penonton yang hadir mencapai 71.900 orang. Namun, rekor ini kalah dari Barcelona yang memiliki rata-rata mencapai 76.000 orang.[rujukan?]

Pendukung garis keras Real Madrid disebut Ultras Sur yang termasuk penggemar sayap kanan. Kelompok penggemar ini memiliki aliansi kemitraan yang dekat dengan kelompok pendukung S.S. Lazio yang disebut Irriducibili. Dalam beberapa kesempatan, sering kali terdapat sejumlah ucapan rasis dari kelompok pendukung ini kepada pihak pemain dari tim lawan yang kemudian membuat UEFA sempat melakukan investigasi untuk menyelidiki kasus ini.[49][50]
Rivalitas